Senin, 10 September 2018

Sayang dan Suka

Sayang dan suka adalah dua hal yang sama tetapi memiliki perbedaan yang cukup mencolok.
Sayang belum tentu suka.
Terkadang apa yang kita sayangi belum tentu kita sukai ataupun sebaliknya apa yang kita sukai belum tentu kita sayangi.
Contohnya saja, orang tua sudah tentu menyayangi anaknya, tetapi jika ditanya apakah mereka menyukai anak mereka. Sebagian besar dari mereka pasti menjawab dengan ragu-ragu. Apalagi di zaman gadget seperti sekarang ini. Orang tua bisa tidak menyukai kehadiran anak mereka dikarenakan mereka lebih menyukai dunia mereka sendiri, seperti chatting dengan teman, bermain “games” di gadget dan lain sebagainya.
Oleh karena itu terkadang saya berpikir:
“Apakah orang yang menyayangi saya juga menyukai keberadaan saya di sekitarnya?” atau
“Apakah orang yang menyukai saya tetapi tidak menyayangi saya?”
Tetapi saya mencoba untuk berpikir optimis dan positive thinking, bahwa tidak selamanya orang selalu begitu.
Mengapa saya dapat yakin berkata seperti itu, karena saya yakin bahwa orang yang dapat bersyukur dan mensyukuri hidupnya dapat menyayangi dan menyukai seseorang dengan sekaligus. Sebab dia berpikir, kita mensyukuri kehidupan kita, kita sudah berdamai dengan diri sendiri dan otomatis kita dapat menerima orang lain untuk hadir mewarnai hidup di sekeliling kita dengan tulus.

Jadi, pesan yang ingin saya sampaikan melalui tulisan saya ini adalah jika anda menyayangi seseorang, hendaknya anda menyukai keberadaannya di sekitar anda.

Minggu, 02 September 2018

Berbuat Baik Membuat Hidup Menjadi Lebih Baik

Jika engkau pernah menolong orang, lupakanlah segera.
Tetapi jika engkau pernah ditolong orang, ingatlah hingga akhir hidupmu.

Sebab Tuhan akan membalas semua perbuatan baik kita bukan melalui orang yang kita tolong. Melainkan melalui orang lain di sekitar kita. Karna itu berbuat baiklah senantiasa kepada semua orang dan disetiap waktu.

Mengingat kebaikan orang terhadap kita, jadikan motivasi untuk berbuat baik kepada orang lain. Dan jadikan sebagai pengingat agar tidak menjadi “kacang lupa kulitnya.”

INGAT!!!
Berbuat baik dapat dimulai dengan cara menebarkan senyum kepada semua orang, atau menebarkan tawa kepada semua orang.
Karna berbuat baik bukan hanya sekedar memberi materi saja. Melainkan dengan membuat orang menjadi nyaman, damai, dan tentram di sekitar kita. Itu sudah menjadi contoh berbuat baik yang paling sederhana.

Berbuat baik jangan jemu-jemu, senantiasa menghasilkan buah yang manis untuk kehidupan kita dan orang di sekitar kita.


It’s Me, Torang Tampubolon.

Mungkin Aku Mengira Aku Kuat

Terkadang aku berpikir aku kuat dalam menjalani semua perjalanan hidupku. Terkadang aku berpikir bahwa aku menjalani hidupku ini hanya Karna kuat diriku saja.
Namun terkadang aku tersadar bahwa aku terkadang rapuh dan butuh sandaran untuk melalui hari-hariku.
Bagaimana tidak?
Dia usiaku yang sekarang, yang seharusnya menikmati gemerlapnya dunia seperti orang-orang disana. Tetapi kenyataannya Tuhan memberikan aku tugas mulia yang bakal menjadi jalanku menuju surga kelak.
Terkadang aku ingin berontak kepada Tuhan, dan berkata “aku ingin seperti orang di luar sana yang menikmati gemerlapnya dunia.”
Tapi sejenak aku pun tersadar, bahwa cara Tuhan untuk mengisi kehidupan anak-anakNya bermacam-macam.
Mungkin Tuhan ingin mengisi kehidupanku dengan cara menjadikan ku orang tua bagi adik dan keponakanku.
Orang pernah bertanya kepadaku, “mengapa kamu yang menyekolahkan keponakanmu?”
Dengan santai aku menjawabnya, mungkin itu sudah tanggung jawabku dari Tuhan dan amanah dari orang tuaku dulu.
Dan yang terpenting, aku sudah sayang dan jatuh cinta kepada kedua keponakanku. Aku tidak pernah menyesal berkorban buat mereka sekalipun mereka  nanti dewasanya melupakanku.
Bagaimana dengan adikku?
Terkadang inilah yang menjadi bahan pertimbanganku untuk belum menikah sampai saat ini. Aku takut dengan menikah, dia jadi merasa tidak ada yang memperhatikan.
Dan yang terlebih walaupun begitu, aku merasa sudah menjadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab meskipun belum menikah.
Aku sudah merasakan bagaimana rasanya orangtua yang dirindukan anaknya, aku sudah merasakan bagaimana perasaan orang tua ketika anaknya sedang sakit, aku juga sudah merasakan bagaimana menjadi orang tua ketika menanyakan nilai raport.
Terkadang teman-temanku bertanya apakah aku kuat menjalaninya sendirian.
Jawabanku cukup singkat “tidak”.
Aku beruntung memiliki abang yang satu visi denganku dalam merawat keponakan kami dan adik  kami.
Kami berdua percaya bahwa pengorbanan kami ini tidak akan sisa-sisa di mata Tuhan.
Dengan kata lain, kami sudah menikmati hidup kami seperti ini dari tahun 2013.
Apakah kami pernah mengeluh dan merasa capek?
Jawaban kami yang pernah. Tapi ini semua terbayar lunas ketika melihat dan mendengar suara dan senyuman mereka.
Apakah keponakan dan adikku menjadi merasa minder?
Jawabannya tidak. Karena kami mengajarkan mereka untuk menikmati hidup ini dan selalu bersyukur. Dan saya menjadi bangga pada mereka karena mereka didewasakan oleh waktu.
Oleh karena itu bagiku tidak ada kata sia-sia dalam hidup ini kalau kita berkorban untuk orang yang kita sayangi.
Aku tidak berharap banyak pada Tuhan, mereka akan menjadi manusia seperti apa.
Aku hanya berharap kepada Tuhan, menjadikan mereka anak yang takut akan Tuhan dan selalu bersyukur dan sehat selalu. Karna aku berpikir kalo mereka menjadi pintar dan sukses kelak, itu merupakan bonus dari Tuhan.

Tulisan yang tak seberapa ini hanya ungkapan rasa syukur pada Tuhan untuk hari-hari yang kU jalani selama ini.

Kata-kata Penguat Diriku

Jika Anda merasa tidak memiliki hal yang berharga, ketahuilah, Anda memiliki hal yang ternilai harganya, yakni senyuman.

Jika Anda melalui hidup Anda tanpa masalah, ketahuilah, Anda melewatkan masa terindah dalam hidup Anda.

Jika kamu meninggalkan seseorang, berikanlah alasan. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tapi tanpa ada penjelasan. 

Manusia terbaik adalah manusia yang selalu berusaha membuat orang lain senang. Lakukanlah itu walaupun akibatnya kamu harus meninggalkan mereka dan sendirian.

Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat yang tulus, meski mereka berlaku buruk padamu. Ingatlah bahwa penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka melainkan karena siapakah dirimu.

Tersenyum bukan berarti bahagia, namun terkadang itulah cara terbaik untuk menyembunyikan hati yang sedang terluka.

Bila kita bekerja bukan atas dasar cinta, maka kita akan mudah jenuh dan putus asa.


Dalam cinta, kita boleh memilih. Tetapi apabila cinta tersebut sudah masuk ke jenjang yang lebih serius, biarlah cinta itu yang memilih kita.

Jika dengan bersyukur saja, kamu sudah cukup bahagia. Mengapa harus bersungut-sungut???