Kesalingtergantungan adalah salah satu paradigma yang berpusat pada kita. Contohnya kita dapat melakukannya, kita dapat bekerja sama, kita dapat menggabungkan bakat dan kemampuan kita serta menciptakan sesuatu yang lebih besar secara bersama-sama.
Kesalingtergantungan adalah konsep yang jauh lebih matang dan maju.
Jika saya saling tergantung secara fisik, saya percaya diri dan memiliki kemampuan, tetapi saya juga menyadari bahwa kalau bekerja bersama-sama, saya dan anda (dalam hal ini kita) dapat memperoleh hasil yang lebih banyak daripada yang dapat saya a pak sendiri, sekalipun dengan kemampuan terbaik saya.
Jika saya saling tergantung sacara emosi, saya memiliki rasa bermanfaat yang besar dalam diri saya, tetapi saya juga mengenali kebutuhan akan cinta, memberi dan menerima cinta dari orang lain.
Jika saya saling tergantung secara intelektual, saya menyadari bahwa saya memerlukan pemikiran terbaik dari orang lain untuk digabungkan dengan pemikiran saya.
Sebagai orang yang saling ketergantungan, saya mempunyai kesempatan untuk berbagi diri saya secara mendalam dan penuh makna dengan orang lain. Saya juga memiliki akses ke sumber daya yang sangat luas serta potensi manusia lainnya.
Kesalingtergantungan adalah pilihan yang hanya dapat dibuat oleh orang yang mandiri. Orang yang tahap ketergantungan tidak dapat memilih untuk menjadi saling ketergantungan. Mereka tidak memiliki karakter untuk itu, mereka tidak cukup untuk diri mereka sendiri apalagi untuk dibagi buat orang lain.
Sebagai bagian dari dunia yang saling tergantung, Kita harus berhubungan dengan dunia itu setiap hari. Oleh karena itu, hendaknya kita harus saling bergantung terhadap sesama.
Intinya dengan saling bergantung terhadap sesama, kita jadi mengetahui keunggulan kita dan kekurangan kita serta kita juga mengetahui keunggulan dan kekurangan sesama kita. Itu yang menjadi senjata kita untuk saling melengkapi agar menjadi lebih baik dan sempurna.
Jakarta, 19 Mei 2019🙂