Selasa, 30 Juni 2015

Manfaat Tertawa

  Dalam blog kali ini, saya membahas tentang betapa besarnya manfaat dari tertawa bagi kita umat manusia.

Untuk mengetahui betapa indahnya dunia ini, saya akan memberikan kunci yang dapat membuka pintu kebahagiaan itu untuk anda.

Kunci yang dimaksud adalah "Tertawalah"
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.
Kalo mendengar kalimat itu, yang pertama kita ingat adalah legenda lawak Indonesia, Warkop DKI.

Secara ilmiah, memang terbukti bahwa dengan tertawa, kita dapat menambah panjang umur dan mencegah dari penuaan.
Dengan tertawa, kita dapat mengurangi segala penat yang ada dalam pikiran yang selalu mengganggu.
Karena sebagian orang, tidak pernah menikmati atau mensyukurinya sehingga untuk tertawa lepas saya mereka jaim.
Akibat kejaiman itu, mereka menjadi menyimpan semua yang ada dihati mereka sampai membatu.
Sehingga ketika disekelilinginya tertawa, mereka tetap konsisten dengan sikap mereka yang jaim.
Karena kalo mereka sadari, sewaktu kita tertawa karena sebuah gurauan, maka pada waktu yang sama kita juga mengasah otak kanan kita. Dimana kita tahu bawa otak kanan itu adalah otak yang mengatur untuk sikap bersyukur.

Karena dengan tertawa, kita sudah mengurangi kerasnya detak jantung akibat stres, meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Selain itu, tertawa kerap juga berhubungan dengan meningkatkan daya imajinasi, meningkatkan rasa empati dan keramahtamahan yang semua bermanfaat bagi kita dan orang-orang disekitar kita.

Sebagai contoh orang yang termasuk tipe Sanguinis akan lebih kuat daya humornya dibandingkan orang yang tipe melankolis. Itu disebabkan oleh, bagaimana orang pada kedua tipe tersebut memposisikan tertawa dan humor dalam kehidupannya.

Tetapi ingat, gurauan dan tertawa itu harus juga dilakukan dengan cermat dan melihat situasi dan kondisi. Sebagai contoh, bayangkan anda bersenda gurau dan tertawa terbahak-bahak di sebuah pemakaman. Pasti semua mata akan tertuju kepada anda. Karena ada dianggap tidak menghargai dan yang paling parah anda dianggap orang gila.

Saran saya bagi anda yang jarang tertawa, "cobalah bergurau dengan diri anda sendiri dan mulailah mencoba untuk tertawa" Bahkan, sesekali anda boleh meniru anak kecil, karena dengan meniru anak kecil, kita dapat menikmati hidup menjadi manusia yang tanpa beban, berpikiran lurus dan selalu bersikap positif.

Intinya, tertawa, ya tertawa. Karena tertawa itu tidak perlu pakai sebab. Sejatinya, itulah yang terbaik. Karena bukankah kegembiraan itu tanpa syarat? Dan yang mesti kita pahami bahwa hanya kebahagiaan yang bersyarat. Serta tidak lupa juga bersyukurlah kepada Tuhan. Karena Dia-lah yang telah mendesain manusia sedemikian rupa, sehingga tertawa itu menular lebih cepat dari menguap. (wkwkwkwk)

Oleh karena itu, mulai sekarang jalanilah hidup anda dengan tertawa dan bekali diri anda dengan sifat humoris, agar hidup anda lebih berarti dan mempunyai makna.

Cukup sekian dulu pembahasan tentang tertawanya.
Sudahlah, jangan malu-malu. Temani saya tertawa kali ini.
Toh saya juga ga akan ngetawain anda. Hehehe...wkwkwk....

Minggu, 28 Juni 2015

Otak Kanan vs Otak Kiri jilid 2

I'm back...
Buat teman-teman yang ga sabar akan jawaban dari pertanyaan di test "Otak Kanan vs Otak Kiri" jilid 1. Malam ini saya akan mengobati rasa penasaran agan dan aganwati.

Masih pada ingatkan jawabannya....kalo belum ingat, coba test ulang dulu (hehehe?
It's time your answer baby.... :)

Jika jawaban Anda lebih banyak "A"  daripada "B" maka berarti Anda lebih dominan menggunakan otak kiri. Sedangkan sebaliknya, jika jawaban Anda lebih banyak "B" daripada "A" maka berarti Anda lebih dominan menggunakan otak kanan.

Ok....sekarang ente-ente pasti penasaran apa sih yang dimaksud dominan otak kanan dan dominan otak kiri.

Malam ini, ane bakal kasih ciri-ciri atau sifat-sifat orang yang dominan otak kanan (right side) atau otak kiri (left side)...

Are you ready, kids??? (dengan nada Spongebob) heheheh

Pertama kita akan bahas karakteristik orang dengan dominan otak kiri, yakni:
1. Berbasis high tech.
2. Suka menganalisis
3. Suka menghitung (doyan matematika)
4. Lebih suka yang berhubungan dengan IQ
5. Self-centric (bahasa gaulnya agak egois?) wkwkwk
6. Fokus dan terencana
7. Suka mencari perbedaan
8. Selalu bergantung dengan waktu
9. Lebih suka yang realistis dan aritmatik
10. Lebih menyukai kuantitas (jumlah) daripada kualitas
11. Lebih monoton dalam berkomunikasi

Ok...yang otak kiri sudah nih, sekarang siap-siap nih yang dominan otak kanan, are you ready... Ini dia, ciri-cirinya adalah :
1. Bersifat high-touch dan kreatifitas
2. Terkait EQ
3. Lebih menyukai seni karena bersifat berimijinasi
4. Lebih other-centric (lebih suka bersosialisasi)
5. Lebih menyukai yang bersifat artistik
6. Mementingkan kualitas dari kuantitas
7. Lebih mengerti jika diberitahu dengan bahasa visual dengan lambang atau gambar
8. Suka hal-hal yang mendadak dan tak terencana
9. Suka mencari persamaan diantara setiap perbedaan
10. Melakukan sesuatu tidak tergantung waktu
11. Humoris, suka cerita, ramah-tamah.

Ok...gaezzz...Gmana udah kebayar nih rasa penasarannya kan!!!!
Emang Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dengan kemampuan otak yang berbeda juga.
Tapi itu bukan menjadi masalah, karna banyak orang otak kanan atau otak kiri yang sukses menjadi orang terkenal.
So, tetap pertahankan style kalian dalam berpikir.
Kalau saran ane sih, ada baiknya mengasah kedua belahan otak agan...

Ingat...otak kiri dan kanan sama- sama memiliki manfaat masing-masing.

Kalo ada yang penasaran tentang penulis, ane lebih dominan menggunakan otak kanan.. hehehe

Tuk lebih mau tahu lagi, selalu kepo-in blog ane.



Sabtu, 27 Juni 2015

Kasih Mengalahkan Perbedaan

Masalah akhir-akhir ini yang sangat memprihatinkan adalah adanya jurang pemisah antara sesama manusia, seperti si kaya dengan si miskin, si pintar dengan si bodoh, atau perbedaan-perbedaan lainnya.

Karena apabila kamu sudah memandang sesamamu hanya dari memandang muka seperti tingkat ekonominya atau tingkat pendidikannya. Berarti kamu termasuk orang yang sangat hina. Karena bukan kita semua sama di mata Tuhan, tanpa ada perbedaan diantara satu dengan yang lain.

Sebab seharusnya engkau tahu bahwa dengan ada perbedaan kita dapat membuat hidup kita menjadi berwarna. Sebab KASIH mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tapi bagi Tuhan, kehormatanmu dan kemuliaan dapat membuat Tuhan cemburu. Sebab segala kehormatan dan kemuliaan adalah hanya milik Tuhan. Ingat karena dalam Tuhan, segala kehormatan dan kemuliaanmu itu tidak berlaku.

Sukar mengalahkan diri sendiri adalah momok yang paling sukar untuk dihadapi oleh manusia. Tetapi bagi Tuhan itu tidak menjadi masalah. Karena Tuhan hanya ingin kita tidak membedakan sesama kita melainkan mengasihi dan melayani mereka. Karena dengan kita beriman dengan Kristus maka kita akan menjaga keseimbangan diantara kita. 

Perbedaan yang paling mencolok adalah perbedaan agama yang menjadi momok yang sukar untuk diterima. Tapi apabila Kasih menjadi dasar kita dalam menjalani hidup. Maka itu tidak menjadi masalah yang sulit untuk dijalani dalam kehidupan.

Karena Kasih itu gampang diucapkan tapi susah untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jangan menjadi tradisi banyak menghapal ayat Alkitab tetapi mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit.

Intinya Kasih itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak dengan kepura-puraan. 

Otak Kanan vs Otak Kiri

Mengisi malam minggu yang hina ini...
Enaknya nyampah2 cantik aja...

Kali ini ane akan bahas tentang "Otak Kanan vs Otak Kiri"

Sebelum ane bahas ini, ane mau kasih dikit tes buat para pembaca, biar para pembaca tau nih, ente termasuk orang jenis cenderung memakai "otak kanan" atau "otak kiri". (test-nya ga ada salah benarnya, jadi jawab dengan santai dan rileks tanpa tekanan!!)
Ane akan beri waktu 30 detik buat saudara dan saudari untuk menjawab pertanyaan di bawah ini... (ingat : rileks aja keles)

1. Meja kerja saya cenderung ......
A. Rapi
B. Berantakan

2. Saya lebih suka menuntaskan pekerjaan .....
A. Satu per satu
B. Sekaligus

3. Pada waktu senggang, saya lebih suka .....
A. Merencanakan sesuatu
B. Melamun tidak tentu arah

4. Saat berbicara, tangan saya .....
A. Jarang bergerak-gerak
B. Sering bergerak-gerak

5. Untuk tes, saya lebih suka tipe pertanyaan ....
A. Pilihan ganda
B. Essay

6. Saya ..... bercerita.
A. Jarang
B. Sering

7. Saya cenderung melakukan sesuatu yang .....
A. Telah terbukti benar
B. Baru

8. Dalam bertindak, saya cenderung ......
A. Berpegang teguh pada prinsip
B. Menyesuaikan dengan sikon

9. Ketika menonton sinetron, saya lebih memerhatikan ....
A. Alur cerita
B. Pesan tersirat

10. Jika seseorang memarahi saya, saya cenderung memerhatikan ....
A. Apa yang ia katakan
B. Bagaimana ia mengatakannya


Tettot....waktunya habis nih, sekarang ayo hitung, mana jawaban yang paling banyak!!!!

Mau tahu ente golongan kanan apa kiri (#cie_ada_yang_penasaran)

Stay tune....terus ya....


Melting Point.

Mungkin setiap orang memiliki "melting point" yang berbeda-beda.

Kita beri contoh saja, mungkin ada manusia yang langsung fall the tears hanya karna membaca buku, mungkin karna menonton film atau karna hal-hal yang kita anggap sepele. Tetapi apapun penyebabnya itu, namun satu yang pasti setiap manusia memiliki melting point-nya tersendiri.

Melting point bagi saya adalah suatu cara Tuhan untuk mengingatkan saya agar lebih peka terhadap sesama saya, ya bisa keluarga, teman kontrakan, teman kerja atau siapa pun itu.

Mungkin untuk soal melting point, mungkin saya adalah orang yang cukup rapuh (hehehe) karna dengar lagu aja saya bisa langsung mewek...mewek...

Mungkin dari tadi bertanya2 melting point itu apa sih....!!!

Melting point itu ada posisi dimana anda merasa sedih, haru, Galau akan sekitar anda...(versi Torang)


Mau tau kelanjutannya....

Stay it ya...